Popular Articles

Popular Articles

Recent Articles

Recent Articles

Post Tags

Post Tags

Hydrogen Rich Water VS Alkaline Ionizer Water VS Alkaline Water

person Posted By: Hendry Santoso list In: molecular hydrogen On: comment Comment: 0 favorite Hit: 2208

APA ITU AIR HIDROGEN DAN APA BEDANYA DENGAN AIR ALKALIN? YUK KITA BAHAS TUNTAS

 

Hi Taggers,

 

Topik kali ini kita akan membahas tuntas mengenai air hidrogen atau dikenal juga dengan Hydrogen Rich Water (HRW) dan juga air alkalin dan biasanya dikenal juga dengan nama Alkaline Ionizer Water (AIW) dan juga apa perbedaannya dengan air mineral, air demineralisasi (air RO), air heksagonal, air oksigen dan lain lain.

 

Nah pada pembahasan kali ini kita akan mulai terlebih dahulu dengan yang namanya air. Siapa sih yang tidak kenal H2O ini yang jumlahnya melimpah ruah di luar dan di dalam tubuh kita sendiri. 2/3 tubuh itu sendiri juga terdiri dari air, termasuk di dalamnya darah, otak, tulang, dan masih banyak lagi.

 

 

Nah itulah mengapa fungsi air sangat esensial sekali bagi tubuh kita, penelitian menunjukkan manusia bisa bertahan hidup tanpa makanan selama 3 minggu, namun tanpa air, manusia hanya bisa bertahan 4-7 hari. Jadi penting sekali untuk terus mengkonsumsi air supaya tubuh kamu tetap terhidrasi secara baik.

 

Sekarang, kita sedikit mengulas mengenai si H2O ini. Air atau H2O ini menutupi hampir 71% permukaan bumi yang setiap molekulnya terdiri dari 2 Atom Hidrogen dan 1 Atom Oksigen yang dihubungkan oleh ikatan kovalen. Jadi begitu luar biasanya bagaimana 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen ini menjadi satu molekul / senyawa yang dinamakan air.

 

 

Sebelum kita membahas mengenai jenis-jenis air, kita akan bahas sesuatu yang seringkali didengar, namun tidak semua orang memahaminya dengan jelas yaitu pH. pH adalah Power (Potenz) of Hydrogen, pH sendiri merupakan salah satu indikator yang penting dalam menentukan kualitas air. 

 

Dalam pengertian yang paling dasar, pH mengacu pada pengukuran logaritmik (log) negatif dari konsentrasi ion H+ dalam larutan. Semakin banyak H+ (Ion Hidrogen), semakin asam; semakin sedikit H+ (Ion Hidrogen), maka semakin basa (alkalin).

 

 

JENIS JENIS AIR MINUM YANG ADA DI PASARAN BESERTA KADAR pH-NYA

Sekarang setelah kita mengenal si H2O ini, kita akan ulas masing-masing jenis-jenis air yang tersedia di sekeliling kita. 

 

1. Air Mineral (Kadar pH berkisar 7.0 - 8.0)

Sesuai namanya, kandungan mineral dalam air kemasan antara lain magnesium, potassium, zinc, zat besi, kalsium, bikarbonat, sodium, sulfat, klorida, dan fluorida. Dalam pembuatannya, air mineral kemasan melalui serangkaian proses, antara lain menambahkan atau menghilangkan gas karbon dioksida (CO2) atau menghilangkan bahan beracun seperti arsen.

 

2. Air Demineralisasi (Kadar pH berkisar 6.0 - 7.0)

 

Sesuai namanya, air demineral merupakan air yang tidak mengandung mineral. Air jenis ini diperoleh melalui proses pemurnian seperti distilasi (pemisahan zat-zat kimia), deionisasi (menetralisasi ion positif dan negatif), reverse osmosis (pemurnian), atau proses lain yang setara dan aman diminum.

 

3. Air Oksigen (Kadar pH berkisar 6.0 - 7.0)

Seperti namanya, air oksigen adalah jenis air mineral yang telah melewati proses pengolahan sedemikian rupa, lalu ditambahkan oksigen. Berbeda dengan air biasa, air yang mengandung oksigen memiliki struktur molekul oksigen yang lebih banyak.

 

Hanya saja berbeda dengan air hidrogen yang memang terbukti memiliki efek terapetik, air yang mengandung oksigen, belum memiliki penelitian dan bukti yang kuat untuk masuk dalam kategori terapetik. Dan perlu diingat baik oksigen maupun hidrogen adalah gas, dan gas memiliki efek yang sangat cepat menguap, oleh karena itu kalaupun terdapat kandungan oksigen yang memadai di dalam air oksigen, penguapannya mungkin akan lebih cepat daripada yang anda bayangkan.

 

4. Air Minum Lain Lain

Dari 3 jenis air di atas, masih terdapat beberapa jenis air minum seperti minuman karbonasi, juice dan beberapa jenis minuman yang dibuat dengan rasa. Namun, pembahasan mengenai air minum lain-lain tidak dibahas lebih lanjut.

 

 

APA ITU AIR ALKALIN DAN APA PERBEDAANNYA DENGAN AIR HIDROGEN?

 

Air Alkalin (Kadar pH > 8.0)

Nah setelah kita mengetahui 4 jenis air di atas yang mudah ditemukan di sekeliling kita,  sekarang kita akan bahas mengenai air alkalin. Banyak pembahasan mengenai pro dan kontra mengenai air alkalin, beberapa klaim menunjukkan bahwa mengkonsumsi air alkalin dapat membantu mengatasi penyakit termasuk kanker, namun banyak juga yang tidak setuju dikarenakan penelitian yang masih belum memadai dan beberapa alasan lainnya. Nah seperti namanya, air alkalin adalah air yang memiliki pH air di atas 8.0.

 

Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat merekomendasi tingkat pH air minum yang aman dikonsumsi oleh manusia ada di kisaran pH 6,5 hingga pH 8,5. Jika pH air minum berada dalam level yang direkomendasikan, air tidak akan merugikan. Berdasarkan Badan Pengawas Obat Makan (BPOM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI), acuan pH Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bisa disebut alkali jika memiliki pH antara 8,5 hingga 9,97, jadi jelas bagaimana BPOM memberikan batasan mengenai air alkalin dan pH tinggi, biasanya beberapa produsen air minum dalam kemasan mencantumkan peringatan tertulis.

 

 

Air alkalin sendiri dapat diproses dengan beberapa cara, seperti:

 

1. Filter Alkalin

 

Cara pertama adalah dengan menggunakan filter batuan alkaline yang mengandung mineral alkalin seperti magnesium, pottasium, kalium, kalsium dan sebagainya.

 

2. Magnesium Stick

 

Cara kedua adalah Menggunakan magnesium stick yang dapat meningkatkan kadar pH dengan batuan yang mengandung mineral alkalin di dalamnya.

 

3. Air Minum Alkalin Dalam Kemasan (AMALDK)

Cara kedua adalah Menggunakan magnesium stick yang dapat meningkatkan kadar pH dengan batuan yang mengandung mineral alkalin di dalamnya.

 

4. Alkaline Ionizer Machine

 

Cara yang terakhir ini terbilang paling mudah dan stabil karena pengaturan pH airnya dapat di kendalikan berdasarkan tombol yang sudah di atur (pH 6.0 - 9). Ketimbang dua metode di atas yang menggunakan filter mineral alkalin, memang betul dapat meningkatkan pH air, namun tidak ada batasan standar mengenai pH dikarenakan 3 faktor alasan yaitu:

1. Batuan yang mudah terdegradasi karena direndam terus menerus di dalam air

2. Tidak adanya standar dan batasan mengenai pH yang dapat dihasilkan

3. Hasil akhir yang berbeda satu sama lain dikarenakan sumber asal air yang digunakan, waktu perendaman dan kadar pH yang dihasilkan bisa terlalu tinggi daripada batasan dan kadar TDS yang mungkin terlalu tinggi. 

 

Alkaline ionizer menggunakan membran yang memisahkan H2O menjadi H2 (Gas Hidrogen) dan OH- (Hidroksida), OH- inilah yang menjadi cikal bakal air yang mengandung alkalin dan memiliki kemampuan yang dapat mereduksi oksidasi (ORP), seringkali ORP ini dalam bahasa marketing disebut sebagai anti oksidan. Jadi jelas bahwa alkaline ionizer yang baik dan benar menghasilkan:

1. Gas Hidrogen

2. Air pH Alkalin

3. Air pH Netral

4. Air pH Asam

5. Memiliki stabilitas dan standar untuk pengaturan pH air

6. Biasanya dibuat dalam bentuk mesin besar (bukan portable) dan memiliki air sisa pembuangan

 

AIR ALKALIN = AIR HIDROGEN?

Sesuai namanya, alkaline ionizer adalah mesin penghasil air alkalin dengan kandungan hidrogen, nah untuk lebih memahami bagaimana cara kerja mesin Alkaline Ionizer, lihat diagram dibawah ini:

 

 

Hal inilah yang menjadi pembeda antara Alkaline Ionizer dan PEM Hydrogen generator, seperti yang dilansir oleh Molecular Hydrogen Institute.

 

 

"Teknologi ini telah ada selama beberapa dekade. Ini menggunakan proses elektrolisis untuk menghasilkan gas hidrogen dan air alkali di katoda dan gas oksigen / klorin dan air asam di anoda. Anoda dan katoda dipisahkan oleh membran, yang memungkinkan pemisahan air alkali dan asam.

 

Banyak orang telah melaporkan manfaat dari penggunaan ionizer air alkali, tetapi baru pada tahun 2007-2010 para ilmuwan dan peneliti memahami bahwa sifat terapeutik dalam air terionisasi alkali adalah gas hidrogen. Mesin ionisasi air alkali dioptimalkan dan dirancang untuk menghasilkan air alkali, bukan gas hidrogen. Ada 3 observasi dengan sistem ini:

 

beberapa ionizer air alkali tidak mengandung cukup gas hidrogen terlarut atau setidaknya konsentrasinya di bawah batas deteksi 0,01 ppm. Beberapa alat ionisasi air alkali dapat menghasilkan tingkat gas hidrogen yang memadai, tetapi karena produksi air alkali mereka, elektroda cenderung naik dengan cepat, yang mencegah gas hidrogen larut ke dalam air. Oleh karena itu, tanpa pembersihan sistem dengan asam sitrat atau cuka, konsentrasi gas hidrogen juga dapat turun di bawah 0,01 ppm secara cepat".

  

ALKALINE IONIZER TIDAK SAMA DENGAN HYDROGEN GENERATOR (PEM)!

Atas dasar itulah, mengapa Alkaline Ionizer Water dan Hydrogen Rich Water memiliki dua sistem dan cara kerja yang berbeda, jika alkaline ionizer water dapat menghasilkan air ber-pH asam, netral dan juga basa (alkalin) serta hidrogen, namun efek terapetik hanya terdapat pada gas hidrogen yang dihasilkan. 

 

Selain itu semakin tinggi tingkat basa (Alkalin), kandungan gas hidrogen mungkin terlihat tinggi di awal, namun dalam waktu singkat akan mengalami penguapan dengan cepat, hal ini dikarenakan tingkat pH yang cukup tinggi. Hal ini senada dengan dengan penjelasan mengenai pH di atas, semakin rendah pH maka semakin tinggi ion hidrogen (H+) dan semakin tinggi pH, maka rendah ion hidrogen (H+).

 

Jadi sangat jelas, Alkaline Ionizer Water selain menghasilkan air alkalin, namun dalam proses elektrolisis tetap memerlukan Hidrogen dan menghasilkan air alkali dengan kandungan hidrogen. Namun sekali lagi, kadar hidrogen-nya tidak akan sebesar dan stabil seperti Hydrogen generator murni. 

 

Hydrogen Generator PEM pH Netral

Dibandingkan dengan Alkaline Ionizer Water, Hydrogen Generator memiliki teknologi yang berbeda. Jika pada alkaline ionizer water, H2O di separasi menjadi H2 dan OH-, teknologi pada Hydrogen Generator memiliki cara kerja yang berbeda, yakni H2O dipisahkan menjadi H2 dan O2 tanpa menghasilkan molekul OH- (alkalin), hal inilah seringkali yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Terlebih apalagi jika teknologi yang digunakan adalah PEM, PEM hanya akan menghasilkan gas hidrogen murni tanpa merubah pH air, kalaupun ada kenaikan, hasilnya tidak akan signifikan (berkisar 0.1 - 0.5). 

 

Ada beberapa cara untuk memproduksi air hidrogen, tetapi yang terpenting tujuannya adalah untuk menghasilkan gas hidrogen dengan konsentrasi tinggi tanpa mengubah pH. Tentunya beberapa unit didesain lebih baik dari yang lain. Beberapa yang lebih baik menggunakan penggunaan membran khusus di ruang elektrolisis yang dioptimalkan untuk produksi gas hidrogen yang dikenal sebagai Membran Pertukaran Proton (PEM). Ini adalah teknologi yang terbukti sangat efektif sehingga sekarang sering digunakan untuk produksi massal gas hidrogen dan Namun, baru-baru ini telah digunakan di generator air kaya hidrogen. 

 

Meskipun penggunaan teknologi ini untuk menghasilkan air yang kaya hidrogen masih baru, teknologi PEM sangat maju. Mesin yang menggunakan teknologi ini sering kali memiliki konsentrasi antara 0,8 hingga 1,5 ppm tergantung pada mesin (dan juga penggunaan waktu).

 

 

Yang terpenting, tidak semua sistem generator hidrogen menghasilkan tingkat 0,8 ppm ke atas, beberapa hanya menghasilkan 0,1 hingga 0,5 ppm. Hal ini sering terjadi karena jenis unit ini tidak menggunakan teknologi PEM dan sebagai gantinya menggunakan ruang ionizer air alkali konvensional.

 

ALKALIN DAPAT MENETRALKAN KONDISI ASAM BERLEBIH PADA TUBUH?

Tubuh manusia memiliki pH level antara 7.35 - 7.45 dalam kondisi yang sehat. Ginjal dan paru-paru berperan menjaga kadar pH tubuh tetap seimbang, agar semua fungsi tubuh dapat bekerja dengan baik. Saat kondisi tubuh terlalu basa, misalnya, Anda akan mengalami alkalosis. Kebalikannya, asidosis bisa terjadi ketika pH tubuh naik menjadi terlalu asam. Kekacauan nilai pH dalam tubuh bisa menimbulkan banyak risiko masalah kesehatan.

Menurut Prof. Dr. H. M.A Rindit Pambayun, Ketua Perhimpunan Ahli Teknik Pangan Indonesia (PATPI) Pusat, tubuh manusia dirancang untuk menyeimbangkan PH setiap makanan maupun minuman yang masuk. “Jadi lambung kita meregulasi agar PH-nya sama dengan sekitar, dibuat pH derajat keasaman 2 (pH2).

 

Derajat keasaman 2 dalam lambung berguna untuk menyeleksi agar semua mikroorganisme pantogen mati, kecuali bakteri asam laktat. Sehingga ketika lepas dari lambung makanan yang dikonsumsi akan terbebas dari patogen. “Kalau makanan terlalu tinggi PH nya dan dijadikan daily food itu berat sekali lambung meregulasi. Bisa-bisa masa pakai lambung yang harusnya sampai umur 85 tahun, ini karena harus meregulasi setiap hari jadi di umur 45 tahun sudah habis-habisan.”

 

pH AIR BERAPAKAH YANG AMAN UNTUK DIKONSUMSI?

Ini mungkin merupakan pertanyaan yang paling banyak ditanyakan sehubungan dengan begitu banyaknya produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang tersedia diluaran sana. Apakah air alkalin lebih baik dibandingkan air demineralisasi, dan apakah air mineral lebih baik dibandingkan air alkalin? Well, begini pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan juga Kementerian terkait seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian menerapkan standarisasi untuk Air Minum Dalam Kemasan, yaitu sebagai berikut:

 

Jadi sejalan dengan apa yang telah menjadi standar air minum yang baik dilihat berdasarkan kadar pH, kandungan TDS < 500 dan parameter lainnya. Standar inipun sejalan dengan apa yang menjadi standar daripada EPA (Environmental Protection Agency) dan juga WHO (World Health Organization). Jadi baik air demineralisasi, air mineral maupun air alkalin, selama memenuhi standar, sama baiknya ya.

 

PRO and CONS TENTANG AIR ALKALIN

Meskipun demikian, masih terdapat beberapa pro dan kontra mengenai air alkalin, terutama dari klaim yang mengatakan bahwa air alkalin dapat membantu menyembuhkan kanker dan lain sebagainya. Namun yang terpenting adalah penelitian mengenai manfaat alkalin terhadap tubuh itu sendiri masih sangat minim dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Terlebih mengkonsumsi air dengan pH tinggi dapat mempunyai efek samping juga. Hal ini terlihat dari beberapa produsen yang sudah mulai mencantumkan peringatan mengenai air ber pH tinggi yang bisa dilihat di kemasan produknya.

 

 

 

KONSUMSI AIR ALKALINE MEMBUAT ALKALINITAS PADA TUBUH?

Karena tubuh dapat meregulasi kadar pH-nya terlebih karena setiap organ memiliki pH yang berbeda-beda, paru dan paru dan ginjal adalah salah satu organ yang berperan penting yang mengatur kadar pH tubuh. Mengkonsumsi air alkalin tidak serta merta membuat tubuh menjadi dalam kondisi alkali, terlebih air yang masuk ke dalam lambung akan berubah menjadi asam seketika. Cara terbaik untuk membuat tubuh dalam kondisi alkalinitas adalah dengan:

1. Menngkonsumsi makanan yang bergizi

2. Mengkonsumsi serat lewat sayur-sayuran dan buah-buahan

3. Tidak merokok

4. Tidak mengkonsumsi minuman ber-alkohol

5. Rajin berolah-raga secara teratur

6. Mengkonsumsi air putih secara teratur

7. Istirahat yang cukup

 

BAGAIMANA DENGAN AIR HIDROGEN?

Lantas apa perbedaan dengan air hidrogen? Nah perbedaan mendasar Alkaline Ionizer dengan Hydrogen Generator adalah molekular hidrogen adalah molekul yang netral, artinya tidak berpengaruh terhadap kadar pH air. Kalaupun terdapat pengaruh, hasilnya tidak signifikan untuk dapat meningkatkan pH <0.5. Pernyataan ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Tyler Le Baron selaku Executive Director dari Molecular Hydrogen Institute, sebuah organisasi nirlaba yang mendedikasikan studi mengenai Molekular Hidrogen dan mempublikasikan jurnal-jurnal yang sudah diteliti di lebih dari 1,200 penelitian terhadap lebih dari 170 penyakit. 

 

 

EFEK TERAPETIK MOLEKULAR HIDROGEN

Jadi jelas bahwa molekular hidrogen adalah molekular yang netral dan tidak ada pengaruh signifikan terhadap pH air, dengan kata lain, pH air akhir = pH air awal. Selain itu molekular hidrogen terbukti mengandung efek terapetik yaitu mengandung anti oksidan yang tinggi dan juga mengandung anti inflamasi. Mengapa dikatakan mengandung anti oksidan yang tinggi?

 

Hidrogen (H) adalah atom yang teringan di alam semesta ini dan memiliki berat molekul 1.079 gr / molecule. Dengan kata lain, Gas Hidrogen (H2) memiliki 2 atom hidrogen dan memiliki berat molekul sebesar 2.158 gr / molecule. Hidrogen memiliki anti oksidan yang bersifat selektif terutama untuk menangkal radikal hidroksil yang dapat mengakibatkan stress oksidatif pada sel sel tubuh. Bahkan jika dibandingkan dengan vitamin C sekalipun yang dikenal sebagai raja anti oksidan memiliki berat molekul 176 gr / molecule. 

 

 

 

MOLEKULAR HIDROGEN = NOL TOKSISITAS 

Karena sangat ringan inilah, molekular hidrogen memenuhi syarat untuk bekerja di tingkat sel dan sebagai aktivator untuk mengaktifkan NRf2. Selain itu molekular hidrogen menjadi semakin lebih banyak diteliti dan memberikan hasil yang cukup potensial terhadap beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes, kanker, metabolik sindrom dan yang terpenting adalah molekular hidrogen tidak mempunyai efek samping atau nol toksisitas, yang artinya tidak menimbulkan limbah atau sisa pada tubuh manusia, lain halnya dengan vitamin sekalipun.

 

STUDI PENELITIAN MENGENAI HIDROGEN

Apakah dengan demikian mengkonsumsi air hidrogen secara teratur dapat membantu mengatasi penyakit atau mungkin hanya sekedar OVERMYTH saja? Penelitian mengenai molekular hidrogen sendiri sudah dilakukan sejak tahun 1930-an, namun dr Shigeo Ohta pada tahun 2007 menemukan bahwa molekular hidrogen membawa manfaat terapetik dengan kandungan anti oksidan dan anti inflamasi. Sejak saat itulah, ratusan hingga ribuan penelitian terus di lakukan baik oleh individual maupun institusi dan mengungkapkan hasil yang sangat signifikan terhadap lebih dari 170 penyakit dan yang terpenting adalah molekular hidrogen tidak memiliki efek samping sama sekali dan dapat di konsumsi oleh setiap orang.

 

 (Klik pada gambar untuk mengetahui jurnal / studi mengenai molekular hidrogen)

 

Di Indonesia sendiri, air hidrogen masih merupakan hal yang baru, namun trend-nya semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk hidup yang lebih sehat lagi. Beberapa situs pun juga sudah mulai mempublikasikan manfaat dari mengkonsumsi air hidrogen, salah satunya yang dilansir dari klikdokter.

 

 

Bagaimana Menentukan Produk Hidrogen Yang Aman dan Terpercaya?

Hidrogen generator menggunakan metode elektrolisis yang meng-ionisasi air dengan menggunakan plat yang terbuat dari Titanium (Ti) dan juga Platinum (Pt), dua material ini adalah wajib untuk menjaga logam terhindar dari korosi yang dapat disebabkan oleh air. Selain itu membran yang digunakan juga hanya dapat menyaring Ion Hidrogen (H+), sehingga hanya menghasilkan gas hidrogen murni tanpa merubah pH air secara signifikan dan yang tidak kalah pentingnya WAJIB menggunakan teknologi SPE (Solid Polymer Electrolysis) dan PEM (Proton Exchange Membrane).

 

 (Klik pada gambar untuk mengetahui Tips memilih Hydrogen Generator)

 

Hidromizu adalah mesin / generator penghasil molekular hidrogen yang memiliki fitur terlengkap dan berikut adalah 11 alasan mengapa memilih Hidromizu:

 

1. Dual Mode Hydrogen Production @5 menit dan @10 menit

2. Portabilitas dengan Botol AMDK

3. Memiliki fitur inhalasi 

4. Memiliki teknologi SCEM (Self Cleaning / Maintenance Free)

5. Memiliki plat terbuat dari material titanium berlapis platinum

6. Menggunakan teknologi PEM sehingga menghasilkan hidrogen murni tanpa residual berbahaya seperti ozon dan klorin

7.  Tersertifikasi oleh JHPA (Japanese Hydrogen Promotor Association), FDA, EU, SGS dan juga memiliki Surat Keterangan Produk dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

8. Bergaransi resmi dari PT. Tomisui Afiliasi Global selama 1 tahun untuk spare part dan service

9. Harga terjangkau dan termurah di kelasnya

10. Free Ongkir seluruh Indonesia

11. Layanan Live Support 7x24

 

 

Kunjungi official store kami sekarang juga di sini

Comments

No comment at this time!

Leave your comment

Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
loader